Selesai sidang = Buang angin : LEGAAAAAA

Uuuuppzz.. Maaf kalau judulnya agak “sadis”. Itu hanya bentuk ekspresi aja kok.🙂

Kenapa aku bilang kalau sidang skirpsi itu kaya kentut? Layaknya cinta yang dibilang mirip kentut: “makin dipendam, makin gelisah, dikeluarin lega” atau “ditahan sakit dan dilepas lega”, menurutku sidang skripsi yang aku jalani juga kaya gitu.

Gelisah, sakit hati n jadi uring-uringan sendiri gara-gara nunggu hape bunyi buat dapet kabar dari kampus soal jadwal sidang *jurusanku emang punya cara sendiri buat kasih tau jadwal sidang: ditelpon sehari sebelum sidang yang sontak bikin mahasiswanya selalu mantengin hape n buru-buru angkat telpon kalo bunyi.

Mulai panik karena takut gak ditelpon-telpon, tapi deg-degan juga kalau tiba-tiba ditelpon. Jadi serba salah, gelisah, kaya nahan kentut. hihihi

Sampai akhirnya tanggal 27 Juli kemarin sekitar jam 11an, hapeku berbunyi dan aku dikasih kabar kalau akan sidang besok (28 Juli). Wahh, legaaa.. Aku pun segera bersiap ke kampus karena ternyata sebelum sidang mahasiswa harus menyerahkan sendiri undangan untuk dosen pembimbing dan dosen penguji. Tapi makin mendekati sidang, justru makin gelisah lah perasaanku. *kaya nahan kentut lagi

Show time..

Pas sidang awalnya luar biasa deg-degan. Takut gak bisa jawab. Takut salah. Takut dapet nilai jelek. Takut gak lulus. Banyak takutnya deh. Tapi akhirnya: SELAMAT, ANDA TIDAK MENGULANG alias LULUS. Bak mendapat guyuran hujan di padang pasir *lebaaay aku pun bisa tersenyum begitu keluar dari ruang sidang.

Eits, tapi gak lama kemudian senyumku hilang. Setelah dipikir-pikir, sepertinya revisiku akan banyak sekali dengan waktu batas pendaftaran wisuda yang super mepet (12 Agustus). Aku pun mulai panik sampai nangis. Bayangin aja, dalam skrispsiku, aku hanya membahas satu permasalahan. Tapi dosen penguji meminta untuk menambahkan masalah lain agar lebih lengkap. Saat sidang aku memang hanya bisa “iya aja”. Tapi selesai sidang, OMG! Kapan bisa selesai revisinya? Banyak banget?

Alhasil, aku pun menemui dosen pembimbing dan curhat dengan beliau. Beliau menyarankan untuk bertanya pada dosen penguji yang tadi memberi saran. Dan akhirnya setelah negosiasi, aku bisa benar-benar tersenyum lega: aku gak perlu ngerombak skirpsiku, cukup menambahkan di bagian pembahasan. Revisi lainnya, hanya beberapa kesalahan penulisan.

Alhamdulillah😀

Yaa sidang skripsi itu emang kaya kentut. Nunggu jadwal: gelisah, pas mau hari H: gelisah, pokoknya karena cuma bisa diem n nahan perasaan, jadinya cuma gelisah dan ged-degan sendiri. Tapi pas udah selesai: legaaaaaa. hehehe😀

Sidang skripsi juga gak seserem yang aku bayangin. Emang sih, sadis juga karena langsung dikepung sama empat dosen. Tapi situasinya malah kayak diskusi dan bimbingan aja. Cuma tanya-jawab. Kalau paham sama tulisan kita, otomatis bisa jawab. Dan Insya Allah bisa lulus.🙂

Sekarang, PRku adalah R-E-V-I-S-I. Ayo, kebut ngerjain revisi lalu daftar wisuda! *memotivasi diri dari kemalasan

 

Tapi, uuuuhhh ternyata masih ada satu rintangan lagi: TOEFL! Lieeuuuuurrrr @_@

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Facebook

  • Arsip

  • Kategori

  • Tag

    akad nikah B1A4 bahasa Indonesia baro batik Batu Bekasi belanja keperluan bayi berbicara Bromo choi jong hun cinta cita-cita dr. Regina Tatiana Purba Dr. Regina Tatiana Purba S.POG Dr. Sri Redjeki dr. W. S. Redjeki S.POg dr Regina Tatiana Purba Spog fanfiction film film barat film indonesia filosofi ft island gongchan guru hamil hermina grand wisata honeymoon ibu iko uwais ingin hamil jalan-jalan jinyoung jogja kampus keluarga khaylila kontrol hamil korea kuliah lamaran mega bekasi hypermall melahirkan membaca mengajar menjadi ibu menulis menyimak motivasi moto gp my wedding novel parenting pedrosa pernikahan persahabatan persalinan pregnant Promavit puisi renungan resepsi RS Hermina Grand Wisata rsia bella bekasi sabar sarjana sastra Indonesia sekolah dasar semangat senam hamil seserahan the raid trimester tiga wisuda
  • Tulisan Terakhir

  • Komentar Terakhir

    Ika di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    alma di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    wickyyumma di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Titis di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Titis di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Adhari di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Indri Lutfi di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Nindiya di Kontrol Pertama dengan Dr. Reg…
    indah di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Ilhamuddin Hidayat di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
  • Love Story

    Daisypath Anniversary tickers
  • %d blogger menyukai ini: