Road to Wedding [1] : Hunting Seserahan

Maaaak, aye mau nikaaaaaah!

Haha, mungkin kalau digambarkan perasaanku sekarang, hebohnya lebih dari itu. Campur-campur, seneng, semangat, dicampur deg-degan, takut, dan sedih juga. Yaiyalah, mau memulai hidup baru, dengan orang baru dan keluarga baru. Wuuuiihh, pastinya gampang-gampang susah, seneng-seneng sedih, yah tumplek blek lah rasanya.

Tapi yaa sebelum nikah, tentunya ada banyak persiapan yang harus dilakukan. Dan di sini aku ingin berbagi cerita, mengeluarkan uneg-uneg, dan mungkin bisa dijadikan pelajaran juga.🙂

Aku dan masku (pacar bukan abang-red) dari awal memadu kasih (ciaelah bahasanya) memang sudah memutuskan untuk serius dalam menjalani hubungan ini. Serius dalam artian siap lanjut ke jenjang berikutnya: NIKAH. So, selama itu pula kami berusaha menyatukan perbedaan, menyamakan pandangan, mengerti satu sama lain, yaa pokoknya idealnya orang yang akan membina rumah tangga lah. Nah, setelah sudah merasa siap dari segi batin alias jiwa, juga dari segi finansial (bukan matre, tapi ini memang penting), akhirnya kami siap memulainya. Road to wedding..🙂

Langkah pertama yang kami lakukan dalam menyiapkan pernikahan adalah dengan menyicil barang seserahan. Masukan dari teman-teman yang sudah menikah, browsing kesana kemari, nyari barang seserahan itu ternyata bikin ribet dan butuh waktu. Yaiyalah, yang dijadiin seserahan nggak sedikit. Jadi perlu pertimbangin merk, kualitas, harga, warna, termasuk tempat belanjanya. Kalau dari jauh hari, akan lebih mudah dan puas milihnya.

Nah, barang seserahan yang aku perlu siapkan di antaranya:

1. Mukena + sajadah + Al Quran + tasbih

2. Pakaian kerja + kerudung kerja + tas kerja + sepatu kerja

3. Brukat kebaya + kain + kerudung kebaya + tas pesta + sepatu pesta

4. Pakaian dalam + baju tidur

5. Alat mandi + handuk

6. Make up + parfum

7. Kue + Buah

                Dari beberapa barang tersebut, ada beberapa yang sudah dibeli, dan ada beberapa yang belum. Dan benar sekali, untuk beli itu semua ternyata ribet bet. Keliling mall, masuk satu toko ke toko lainnya, kaki dan badan pegel, ngabisin waktu juga. Uhh, untung nyicil yaa..

Ohya, dengan nulis ini ternyata masih lumayan juga yang belum aku dapet: kerudung kerja, kerudung kebaya, make up, parfum, kue, dan buah. Wah, harus siap bertarung dengan waktu, fisik, dan biaya nih. Hehe..

Sekedar info, dari barang-barang itu memang ada yang dibeli dengan merk terkenal, tapi ada juga yang nggak. Intinya aku milih yang akan aku pakai dan yang sesuai budget tentunya. Seserahan ini baru secuil dari kebutuhan yang dikeluarkan untuk nikah. So, bertindak bijak tentu lebih baik. Ohya, ada lagi nih infonya. Ternyata yang namanya belanja tuh emang sering bikin kalap perempuan. Megang uang, pengennya belanja ini itu. Udah milih tas ini, eh pengen tas yang itu. So, kita kaum perempuan harus bisa jaga mata. Kebetulan aku beli semua barang itu berdua dengan mas. Selain karena akan dipake sama aku jadi harus yang sesuai sama selera aku, hadirnya mas juga bisa sebagai “satpam” yang mengontrol pengeluaran kita. Walau nggak jarang mas malah kasih komentar: “Yaudah, terserah kamu ambil semua yang kamu suka.” Tapi untungnya aku tipe perempuan yang bisa mengontrol diri dari belanja, yaah beda tipis sama pelit lah.haha😀

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

4 Komentar

  1. itu persiapannya berapa bulan ya kak?
    dan gmna perasaan kakak waktu ngejalanin kegiatan tu sama mas nya?
    mas nya sering ngerem kakak ngga klo lagi belanja?😀

    Balas
  2. Wah, persiapannya dah lama dek. Dari awal kakak niat mau nikah, dah mulai nyicil seserahan. Kira2 berapa lama ya? Lupaaaa #jawaban favorit😀
    Perasaannya, campur aduk. Capek, kadang bete, tapi seneeeeeenngg karena dilakukan penuh cinta🙂
    Masnya ngerem banget, kaya satpam. Satpam pelit tepatnya (hehehe, kidding). Dia slalu teriak “Fokus! Fokus!” biar kakak gak lirak-lirik barang lain dan hanya fokus cari barang seserahan.. :p

    Balas
  3. emm gitu2 ya kak,
    kakak masih muda dah “pixun” ja😀
    bagus dunk kak, masnya. .
    mang kakak suka sm masnya knpa?
    klo perasaannya campur aduk bagus juga dunk , kalo g diaduk2 hambar dunk😀

    Balas
  4. Bagus banget, kemarin dijual dapet harga tinggi.. #ehh, itu mah barang ya? :p
    Karena apa ya? Kasih tau gak ya?
    Yaah, biar kakak dan masnya aja yang tau #jawaban khas seleb😀

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Facebook

  • Arsip

  • Kategori

  • Tag

    akad nikah B1A4 bahasa Indonesia baro batik Batu Bekasi belanja keperluan bayi berbicara Bromo choi jong hun cinta cita-cita dr. Regina Tatiana Purba Dr. Regina Tatiana Purba S.POG Dr. Sri Redjeki dr. W. S. Redjeki S.POg dr Regina Tatiana Purba Spog fanfiction film film barat film indonesia filosofi ft island gongchan guru hamil hermina grand wisata honeymoon ibu iko uwais ingin hamil jalan-jalan jinyoung jogja kampus keluarga khaylila kontrol hamil korea kuliah lamaran mega bekasi hypermall melahirkan membaca mengajar menjadi ibu menulis menyimak motivasi moto gp my wedding novel parenting pedrosa pernikahan persahabatan persalinan pregnant Promavit puisi renungan resepsi RS Hermina Grand Wisata rsia bella bekasi sabar sarjana sastra Indonesia sekolah dasar semangat senam hamil seserahan the raid trimester tiga wisuda
  • Tulisan Terakhir

  • Komentar Terakhir

    Ika di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    alma di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    wickyyumma di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Titis di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Titis di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Adhari di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Indri Lutfi di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Nindiya di Kontrol Pertama dengan Dr. Reg…
    indah di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Ilhamuddin Hidayat di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
  • Love Story

    Daisypath Anniversary tickers
  • %d blogger menyukai ini: