Road to Wedding [2] : Persiapan Lamaran

Jarang apdet, sekali apdet langsung di tulis semua. Bloger yang buruk, jangan ditiru ya. Hehe..

Oke, sebelumnya aku dah berbagi cerita tentang persiapan pernikahan yang kulakukan pertama, yaitu dengan mengumpulkan seserahan. Selanjutnya aku mau berbagi cerita tentang persiapan lamaran. Hikz, jadi sedih nih. Udah mau lamaran, tapi kaki masih belum normal. Calon manten yang mau dilamar beberapa hari lagi ini akan tampil dengan pincang-pincang atau nggak ya?huhu

Tuk persiapan lamaran, ada banyak yang perlu dilakukan. Dan semuanya rata-rata dilakukan oleh orang tuaku. Aku cuma kebagian nentuin menu masakan dan belanja barang balikan tuk besan. Haha, manten yang malas ya?

Berikut adalah langkah yang aku dan keluargaku lakukan:

1. Memastikan waktu kedatangan keluarga masqu, calon besan. Awalnya hanya masqu yang menyampaikan kepada orang tuaku tentang waktu lamaran, belum orang tuanya. Makanya aku menanyakan kepada masqu lagi, tanggal dan jam pastinya. Dan masku menanyakan lagi ke orang tuanya (estafet gitu.hehe). Selanjutnya sekalian menjengukku, keluarga calon besan pun menyampaikan langsung kepada orang tuaku. InsyaAllah tanggal delapan desember dua ribu dua belas bada isya, tepat saat mamaku ultah. Mah, kado spesial ni🙂

2.   Memastikan jumlah orang yang akan datang. Waktu orang tuanya datang dan menyampaikan waktu lamaran, beliau juga menyampaikan jumlah orang yang kira-kira akan menjadi rombongan mereka. Dengan begitu, aku dan keluarga jadi tau kira-kira harus menyiapkan makanan berapa banyak. Ditambah dengan keluargaku, tetanggaku, teman-temanku, wuuih ternyata banyak juga. 100an orang bisa tuh kumpul pas acaraku.

3.  Memesan tenda dan alat makan. Setelah semuanya jelas, mama langsung meluncur ke tempat sewa tenda dan alat makan. Agak berlebihan mungkin, karena sampe pake tenda gitu. Tapi karena yang dateng kemungkinan akan banyak, ditambah sekarang musim hujan, belum lagi rumahku yang imut dan nggak akan muat nampung orang 100an kecuali mereka mau umpel-umpelan, akhirnya keputusan terbaik yaa pakai tenda. Ohya, ada yang menarik dari tahap ini. Dengan mesan tenda di dekat rumahku, otomatis berita tentang lamaran dan nikah nyebar ke pelosok RW. Wuih, berasa seleb deh. Semua orang jadi tau.  Yah, maklum sih. Aku dan masku kan kaum penganut “pacar lima langkah”. Kami satu erte dan hanya beda dua gang. Hehehe😀

4.  Seperti apa yang sudah aku bilang sebelumnya, aku hanya kebagian tugas menentukan menu makanan dan snack. Setelah itu, dengan berembuk bersama tetangga, akhirnya diputuskan bahwa untuk masak akan dilakukan bersama-sama dengan tetangga, tidak perlu pesan catering. Wuaaah, bersyukur punya tetangga yang super baik dan perhatian. Dan asal tau, mereka yang justru lebih semangat untuk acaraku. Tinggal nyari snack tuk acara aja. Dan mama mau mesen sama saudara yang biasa terima pesanan snack.

5.  Menentukan panitia acara dan acaranya. Untuk acara lamaran, tentunya nggak bisa sembarangan. Nggak mungkin dateng langsung ngelamar. Tentunya ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, dan tentunya membutuhkan banyak orang. Makanya, keluargaku dan juga tetangga akhirnya berembuk alias rapat untuk menentukan siapa yang menjadi MC, penceramah, doa, perwakilan keluarga, dll. Wuih, setiap mereka rapat aku makin deg-degan.. :$

6. Menentukan gambaran umum tentang acara nikahan nanti. Jadi maunya keluargaku, saat lamaran itu sudah ada draft kasar tentang perkiraan waktu, tempat, dan acara nikahan. Keluargaku sendiri sih sudah menentukan hal itu, tinggal nanti dibicarakan pada saat lamaran. Disesuaikan dengan pendapat dari keluarga calon besan.

7. Berkoordinasi dengan keluarga calon besan. Saat rapat pembentukan panitia sebelumnya, ada tetanggaku yang akan bertugas menyampaikan susunan acara berikut gambaran secara umum tentang acara lamaran yang sudah keluargaku siapkan. Jadi biar keluarga calon besan nggak bengong dan nggak tau harus mulai dengan gimana. Rencananya koordinasi dilakukan sebelum hari H lamaran.

8.  Beli baju pasangan. Entah niat mau kembar, kompak, keliatan serasi, atau apa, tapi aku dan mas pengen pake baju samaan pas lamaran. Yaa selain karena mas dan aku bingung juga mau pake baju apa sih. Kemeja, kaya kerja. Batik, udah sering banget. Koko, kaya mau solat. Belum lagi aku yang ngotot maunya pake gamis/dres gitu. Makanya kita keliling toko yang jual baju muslim pasangan alias sarimbit plus browsing internet. Dan ternyata nyari sarimbit muslim tu nggak gampang. Selain masalah selera mas dan aq yang suka beda, harga, warna, kesediaan stok, ongkos kirim kalau beli online, waktu sampai baju, sempet bikin kita malah ribut dan hampir nggak jadi. Udah gitu aku yang masih belum bisa keluar rumah kan nggak bisa keliling lagi. Eh, akhirnya mas ketempat yang jual baju muslim, teman mama. Mas dapet katalog baru, dan akhirnya kita pesen. Semoga sesuai yang diharapakan ya, Mas. Model, warna, dan waktu sampai yang nggak mepet. Aamiin..🙂

9.  Jaga kesehatan. Aku yang memang belum sembuh, mama yang akhir-akhir ini sering masuk angin, calon mertuaku yang entah kenapa bisa jatuh disaat yang sama denganku, membuatku, keluargaku, mas dan keluarganya, ekstra jaga kesehatan. Yang paling jadi sorotan sih tentu saja aku. Jalan aja belum bener, turun tangga belum bisa padahal acara di lantai 1 rumahku. Hudah-mudahan bisa sembuh ya Allah.. Udah H-4 dan aku ingin sembuh… #sambil khusyuk berdoa sama Allah

10. Terus berdoa dan tawakal, juga membeli dan menyiapkan yang belum. Semua udah disiapin, udah dilakuin, tinggal berdoa dan berserah diri semoga lancar, tanpa halangan apapun, dimudahkan, dan diberi keberkahan. Ohya, tentunya membeli kebutuhan yang belum.🙂

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Facebook

  • Arsip

  • Kategori

  • Tag

    akad nikah B1A4 bahasa Indonesia baro batik Batu Bekasi belanja keperluan bayi berbicara Bromo choi jong hun cinta cita-cita dr. Regina Tatiana Purba Dr. Regina Tatiana Purba S.POG Dr. Sri Redjeki dr. W. S. Redjeki S.POg dr Regina Tatiana Purba Spog fanfiction film film barat film indonesia filosofi ft island gongchan guru hamil hermina grand wisata honeymoon ibu iko uwais ingin hamil jalan-jalan jinyoung jogja kampus keluarga khaylila kontrol hamil korea kuliah lamaran mega bekasi hypermall melahirkan membaca mengajar menjadi ibu menulis menyimak motivasi moto gp my wedding novel parenting pedrosa pernikahan persahabatan persalinan pregnant Promavit puisi renungan resepsi RS Hermina Grand Wisata rsia bella bekasi sabar sarjana sastra Indonesia sekolah dasar semangat senam hamil seserahan the raid trimester tiga wisuda
  • Tulisan Terakhir

  • Komentar Terakhir

    Ika di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    alma di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    wickyyumma di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Titis di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Titis di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Adhari di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Indri Lutfi di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Nindiya di Kontrol Pertama dengan Dr. Reg…
    indah di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Ilhamuddin Hidayat di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
  • Love Story

    Daisypath Anniversary tickers
  • %d blogger menyukai ini: