Road to Wedding [4] : Hunting Seserahan season 2

Aiih, berasa sinetron ampe “season 2” gitu. Tapi yaa emang itu season kedua alias sesi lanjutan dari perburuan barang seserahan.

Seminggu kemarin, aku dan keluarga ke Jogjakarta untuk liburan tahun baru. Nah, momen itu gak aku sia-siain gitu ajan untuk hura-hura. Aku dan mama juga sibuk ke sana-kemari untuk berburu barang keperluan pernikahan.

Niatnya mah mau cari kain batik jarik untuk seserahan ke mbahku (adat di keluarga mama, calon cucu menantu laki-laki harus memberikan seserahan kain jarik ke mbah), ehh udah muter sana-sini, sibuk beli yang lain-lain, jadi lupa. Tapi kami gak serta merta pulang dengan tangan hampa lah. Kami dapet kotak seserahnnya yang super murah!

Jadi, saat itu kami ke pasar beringharjo Jogja, niatnya mau cari bahan kain batik untuk seragam keluarga, juga baju batik untuk seragam panitia. Tapi setelah keliling, kami hanya berhasil dapet kain batik untuk keluarga aja. Karena nuansa pernikahan aku dan masku nantinya bernuansa biru, makanya bajunya gak jauh dari biru. Ini foto kain yang kami dapatkan:

kain batik

Kain ini kami beli di salah satu kios di sana, harga per meternya 20.000 rupiah. Mahal ya? Sama kalau beli di Jakarta kayaknya. Tapi yaa tak apalah. Katanya itu kualitas terbaik. Dan karena terlihat elegan, akhirnya kami memutuskan untuk membelinya.šŸ™‚

Selesai beli kain, kami terus memasuki pasar sampai ujung. Ternyata pasar bringharjo ada dua bagian ya. Aku seumur-umur ke Jogja juga baru tau.hehe

Kami ke bagian belakang pasar. Di bagian itu, isinya rata-rata tentang kebutuhan pernikahan seperti kebaya dan aksesorisnya, souvenir, termasuk kotak seserahan (di bagian depan juga ada sih, tapi entah kenapa aku pilih ke belakang). Nah, kaki terus melangkah sampai ke salah satu kios yang jual kotak seserahan. Maku langsung berbinar lihat kotak seserahan berwarna biru. Ini nih yang aku cari. Dan pas tanya harganya, aku dan mama terkejut!

30.000 rupiah untuk 4 kotak! Murah bangeet nget!

Akhirnya tanpa nawar dan tanpa pikir panjang, aku langsung ambil beberapa kotak. Termasuk yang untuk seserahan balikan masku. Totalnya kami dapet 5 pak kotak yang hanya perlu dibayar 160.000 rupiah!

Ini kotak seserahannya:

kotak seserahan

Kurang jelas ya? Maaf, cuma pakai kamera hape jadi gak terlalu bagus. Jadi keranjangnya ada 4 pc, 2 keranjang kotak biasa yang perlu mika/plastik sebagai penutupnya nanti, 1 kotak yang sudah ada penutupnya, dan 1 lagi keranjang rotan yang sudah ditutup kain biru. Nah, 1 pcnya lagi, yang ada bentuk rumah itu untuk uang dan perhiasan yang jadi mahar. Lucu ya..šŸ™‚

Tinggalkan komentar

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Facebook

  • Arsip

  • Kategori

  • Tag

    akad nikah B1A4 bahasa Indonesia baro batik Batu Bekasi belanja keperluan bayi berbicara Bromo choi jong hun cinta cita-cita dr. Regina Tatiana Purba Dr. Regina Tatiana Purba S.POG Dr. Sri Redjeki dr. W. S. Redjeki S.POg dr Regina Tatiana Purba Spog fanfiction film film barat film indonesia filosofi ft island gongchan guru hamil hermina grand wisata honeymoon ibu iko uwais ingin hamil jalan-jalan jinyoung jogja kampus keluarga khaylila kontrol hamil korea kuliah lamaran mega bekasi hypermall melahirkan membaca mengajar menjadi ibu menulis menyimak motivasi moto gp my wedding novel parenting pedrosa pernikahan persahabatan persalinan pregnant Promavit puisi renungan resepsi RS Hermina Grand Wisata rsia bella bekasi sabar sarjana sastra Indonesia sekolah dasar semangat senam hamil seserahan the raid trimester tiga wisuda
  • Tulisan Terakhir

  • Komentar Terakhir

    Ika di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    alma di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    wickyyumma di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Titis di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Titis di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Adhari di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Indri Lutfi di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Nindiya di Kontrol Pertama dengan Dr. Reg…
    indah di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Ilhamuddin Hidayat di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
  • Love Story

    Daisypath Anniversary tickers
  • %d blogger menyukai ini: