[Telat Posting] Honeymoon di sejuknya Bromo..

Hai hai..

Jumla lagi, jumpa dengan Putri di sini.  :D

Setelah lama absen dari dunia per-bloggan, akhirnya memunculkan kembali tulisan yang semoga bermanfaat. Tulisan ini sebenarnya sudah nangkring lama di konsep, cuma kok ya gak diposting-posting. Masih memerlukan proses editing yang banyak rupanya.hoho

Well to the well well, seperti judul postingan kali ini aku mau bahas tentang honeymoon ke Bromo dulu waktu sama suami. *yaiyalah sama suami, sama siapa lagi? Kenapa aku sebut dulu? Ya, kejadiannya udah setahun yang lalu soalnya. *bukan telat lagi ini mah,udah kadaluarsa.

Tapi yang namanya sharing, mungkin lagi ada yang berminat honeymoon ke Bromo, jadi bisa dapat tambahan info sedikit lah dari sini. Tenang, sharing di sini bukan bahas cara-cara atau apalah yang agak pribadi, tapi lebih kepada pengalaman dan prosesnya. Eh, yaa pokoknya cerita tentang pengalaman selama honeymoon yang bisa dibaca oleh segala umur.😀

Aku dan suami memutuskan untuk pergi bulan madu beberapa hari setelah pernikahan. Nikah tanggal 23 Maret 2013, kami berangkat tanggal 26 Maret 2013. *1 tahun yang lalu, gak berasa.. Kalau kata orang Jawa mah sebenarnya pamali pengantin baru pergi jauh-jauh, tapi yaa karena menyesuaikan hari libur dan cuti masku, makanya dipilih tanggal itu. Bismillah aja..

Kami bulan madu dari tanggal 26 Maret sampai 30 Maret 2013. Tujuan kami adalah Bromo dan Batu, Malang. Kenapa kami pilih pergi ke sana? Di sana kan dingin tuh, pas bener kalau buat bulan madu.hehe.. Nggak deh, bukan karena itu.

Sejak dulu impian kami adalah bisa naik gunung bareng. Tapi karena kalau naik gunung beneran itu beratnya minta ampun buatku, makanya aku memilih untuk naik gunung yang lebih enak. Pake jeep, pake kuda. Jadi, nggak perlu susah-susah. Nah, Bromo lah tempatnya. Kalau Batu, karena tempat yang seru di daerah Jawa Timur tu kayaknya di sana. Yaa liat dari tv sih..

b5

Ini jeep yang mengantarkan kami keliling kawasan Bromo

Kami berangkat naik kereta BIMA dari Stasiun Gambir sekitar pukul 17.00. Aku dan Mas sama-sama baru pertama kali naik kereta model beginian, yang eksekutif katanya. Jadi, awal-awal agak norak gitu. Dapet gerbang satu, ehh malah jalan ke gerbong belakang. Jadi lari-lari deh ke gerbong satu.huhu.. Udah gitu, pas mau masuk gerbong kan pintunya ketutup. Kalau kereta ekonomi kan digeser tu pintu, nah aku sama mas coba geser, ternyata nggak kebuka. Keras. Kami pikir macet. Sampai akhirnya dateng ibu-ibu dan mencet tombol di deket pintu. Jreeeeeeng! Pintu terbuka lebar. Pake tombol ternyata bukanya. haha.

Kami pun masuk ke dalam gerbong dan mencari nomor kursi kami. IC & ID kayaknya dulu nomor bangku kami. Posisinya pas di depan pintu yang kami masuku tadi. Paling belakang sebelah kanan kalau dari arah depan. Tapi ternyata bangku kami ditempati oleh orang lain. Pas kami tanya, ternyata ada bapak-bapak yang lagi sakit dan sudah nggak kuat untuk berjalan ke kursinya di paling depan sebelah kiri. Dengan alasan itu, mereka meminta untuk tukeran tempat duduk dulu sementara. Karena nggak mau ribet padahal keretanya sudah mau jalan, akhirnya aku memutuskan untuk tukeran saja. Dan, wow! Bangku paling depan sebelah kiri ternyata nggak enak. Mesti natap tivi yang ada di depan muka dengan mendongak, pasti keganggu tiap ada yang keluar masuk pintu di depan kami, dan yang lebih nggak enak tu masalah kaki. Depan kami tembok, nggak bisa selonjoran kaya penumpang di belakang yang bisa nangkring di injekan kursi. Alhasil, kaki panjangku harus nangkring di kaki Masku kalau mau selonjoran. Nasib.. Nasib..

 

Arjawinangun-20130326-01212

Ini tivi yang ada di depan muka, nayangin siaran tv kereta. Baru tau, KAI punya channel TV.

Yang enak dari kereta ini, di setiap deretan kursi, di bagian dindingnya disediakan colokan listrik. Ada dua lagi, jadi nggak perlu berebut sama teman sebelah. Membantu banget tuk yang pake bb.huhu

Arjawinangun-20130326-01213

Ini colokan yang disediakan di setiap kursi. Puas banget.

Perjalanan mulus dan cepet banget. Semua stasiun cuma dilewatin. Tapi pas udah masuk jawa tengah mulai deh sering berhenti. Yaa nggak sesering ekonomi sih, tapi menurutku ini masih bisa dibilang sering berhenti juga kalau untuk kelas eksekutif. Untungnya perbekalan memadai, kalau kurang ada jasa pramugari atau apalah namanya kalau di kereta, yang berjualan makanan. Aku sempat beli nasi goreng dan Masku pesen nasi dan lauk pauknya, kaya nasi rames gitu. Rasa? Lumayan lah. Tapi  nggak hangat, udah  gitu lumayan nguras kantong. Nasi goreng + nasi rames + 2 teh manis hangat, totalnya 67.000 rupiah. Sayangnya aku nggak sempet fotoin makanannya. Tapi aku sempet foto-fotoin yang lain kok..

Ini kami di kereta, beberapa saat sebelum berangkat.

b10

27 MAret 2013, jam 06.00 kami tiba di stasiun Surabaya Gubeng. Kami langsung dijemput sopir yang kami sewa dari teman di Surabaya. Bersama beliau lah kami menjalani hari-hari indah di Bromo dan Batu. Keluar dari bandara, kami menuju kantor teman kami untuk numpang bersih-bersih. Kucel banget semalaman di kereta. Lagipula lebih bersih, nyaman, dan gratis pula jika dibandingkan dengan toilet umum. Setelah bersih-bersih, kami beranjak mencari sarapan di kota Surabaya. Ramai juga ternyata Surabaya. Kami makan di deretan rumah yang disulap jadi rumah makan. Karena lagi pengen makan yang anget-anget, alhasil soto ayam lah pilihanku, sedangkan mas memilih rawon.

Ini penampakan soto ayamnya. Agak beda sih sama yang biasa disantap di Bekasi, tapi enak kok.

Genteng-20130327-01218

Nah, ini menunya. Murah meriah euy..

IMG-20130327-01217

Destinasi kami selanjutnya setelah kenyang adalah pergi mengunjungi jembatan SURAMADU. Yaa cuma pengen liat aja sih, kaya gimana. Ternyata yaa cukup membuat diri ini berpikir serasa di luar negeri. Nyebrang selat yang lumayan lebar, yang jadi pemandangan hanya air, keren juga. Tapi anginnya kencang banget di sini. Kudu ati-ati kalau naik motor. Apalagi jalur motor terletak paling pinggir, berbatasan dengan pagar jembatan. Tinggi sih pagarnya. tapi angin tetap bisa lewat. Semriwiiiiing…

Ini penampakan melintasi jembatan suramadu:

IMG-20130327-01219

Ini harga masuknya. Muahaaaaaaal…huhu

IMG-20130327-01224

Setelah itu kami langsung cuuus menuju Bromo yang ternyata perjalanannya lumayan lama. Dari tidur, bangun, belum nyampe-nyampe. Tapi, capeknya perjalanan terhapuskan oleh pemandangan tempat kami menginap. Keren banget, man! Dari halamannya aja sudah terlihat bromo dan pasir-pasirnya. Ini beberapa penampakan tempat kami menginap:

Sukapura-20130328-01299

di halaman samping gerbang hotel.

Sukapura-20130328-01298

ini jalanan menuju kamar hotel

Sukapura-20130327-01233

tetep, walau kucel narsis dulu begitu nyampe hotel.

CIMG2441

Ini nama hotelnya.

Ini penampakan kamar hotelnya. Mungkin berbeda setiap kamar, tapi yang kami tempati seperti ini:

Sukapura-20130328-01307

salah satu tipe kamar (kami bukan yang ini)

Sukapura-20130328-01305

Lantai dingin minta ampun, diobati oleh kasur yang empuk dan hangat.

Sukapura-20130328-01304

Suami setelah packing di kamar.

Sukapura-20130328-01303

Ada air panas dan TV (yang gak nyala ternyata #tepokjidat)

Sukapura-20130328-01302

Di depan kamar mandi

Sukapura-20130328-01300

Di dalam kamar mandi. Sederhana tapi bersih.

Sukapura-20130328-01301

Maaf terbalik, lupa edit.hehe.. Untungnya air panas berfungsi sangat baik.

Sukapura-20130328-01306

Parkiran mobil di kala sore, kabutnya turun.

DSC08535

DSC08536

Ini restorannya.

Sukapura-20130328-01293

Ini menu sarapannya. Bisa pilih roti bakar/nasi goreng.

Yaa, kira-kira itulah cerita tentang hotel di Bromo, kalau kegiatan di Bromonya yang liat matahari terbit, berikut beberapa fotonya:

CIMG2403

Sunrise, Subhanallah..

DSC08267

Walau penuh orang, tetap gak mau ketinggalan foto bareng matahari terbit😀

CIMG2440

Eksis di gerbang menuju tempat melihat sunrise.

Sukapura-20130328-01271

Naik kuda menuju kawah Gn. Bromo.

DSC08346

Ratusan anak tangga yang bikin capek. Tapi WOW banget pas nyampe atas.

DSC08348

Yeeeaaay! Aku bisa sampai di puncak gunung! #alay

DSC08335

Bersama di kawah Bromo🙂

DSC08294

Eksis di perjalanan turun gunung.

DSC08406

Lope lope di kabut

DSC08427

Savana Bromo. Sumpah, cantik banget!

Daaaan perjalanan kami lanjutkan ke Batu, Malang. Ini penampakan hotel tempat kami menginap:

Batu-20130328-01313

Hotel Gradia 2, Malang. Gak jauh dari BNS dan Jatim Park.

Batu-20130329-01325

Hotelnya gak terlalu banyak kamar, tapi rapi dan bersih. Ini pemandangan di balkon atas. Karena di sekitar rumah penduduk, jadinya pemandangannya atap rumah. hoho

Batu-20130329-01320

Ini menu sarapannya. Enaaak banget loh!

Di Malang, kami pergi ke Jatim Park 2 yang isinya seperti kebun binatang dan museum hewan. Biasa sih sebenernya, tapi rapi dan seru juga. Lumayan jalan kaki ngelilingin sana. Kalau di BNS, niatnya mah dari awal pengen liat lampion warna-warni, tapi sayang karena hujan jadi gak bisa kemana-mana di sana. Abis makan, langsung kembali ke hotel. Yah, nasib.. Tapi tenang aja, di daerah Bogor udah ada wahana lampion gitu juga. Next time, coba lagi..😀

Yah, kiranya itu aja yang bisa diinfokan. Soal budget, lumayan menguras kantong. Jeep yang harusnya bisa 6-7 orang dengan patungan berapa puluh ribu, kami gunakan hanya berdua. Hotelnya kisaran Rp 500.000. Yang lebih murah sebenarnya banyak, tapi yaa gitu. Jauh dari Bromo dan itu artinya harus jalan lebih pagi kalau liat sunrise. Tapi karena honeymoon, yaa berapa aja hayoo dah.hehe

Sekedar info, penduduk sana bukan muslim. Jadi gak bakal ada adzan yang nandain masuk waktu solat. Jadi, kira-kira sendiri kapan waktunya plus harus tanya arah kiblat kemana. Beruntung kami dapat guide muslim, jadi dikasih tau. Terus kalau mau ke sana, baiknya booking dulu. Karena Bromo selalu full apalagi kalo weekend. Agen travel banyak tuh yang nyediain paketan hotel + jepp. Satu lagi, rute ke Bromo itu banyak. Tapi kami pilih lewat Probolinggo. Lebih dekat sih rasanya. Bisa juga lewat Malang dan satu lagi mana gitu, lupa.hehe

Yaa intinya Bromo itu destinasi wajib untuk wisata di Indonesia. Apalagi yang suka dingin dan gunung. Selamat berwisata, guys! ^,^

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Facebook

  • Arsip

  • Kategori

  • Tag

    akad nikah B1A4 bahasa Indonesia baro batik Batu Bekasi belanja keperluan bayi berbicara Bromo choi jong hun cinta cita-cita dr. Regina Tatiana Purba Dr. Regina Tatiana Purba S.POG Dr. Sri Redjeki dr. W. S. Redjeki S.POg dr Regina Tatiana Purba Spog fanfiction film film barat film indonesia filosofi ft island gongchan guru hamil hermina grand wisata honeymoon ibu iko uwais ingin hamil jalan-jalan jinyoung jogja kampus keluarga khaylila kontrol hamil korea kuliah lamaran mega bekasi hypermall melahirkan membaca mengajar menjadi ibu menulis menyimak motivasi moto gp my wedding novel parenting pedrosa pernikahan persahabatan persalinan pregnant Promavit puisi renungan resepsi RS Hermina Grand Wisata rsia bella bekasi sabar sarjana sastra Indonesia sekolah dasar semangat senam hamil seserahan the raid trimester tiga wisuda
  • Tulisan Terakhir

  • Komentar Terakhir

    Ika di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    alma di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    wickyyumma di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Titis di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Titis di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Adhari di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Indri Lutfi di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Nindiya di Kontrol Pertama dengan Dr. Reg…
    indah di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Ilhamuddin Hidayat di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
  • Love Story

    Daisypath Anniversary tickers
  • %d blogger menyukai ini: