[TO BE A MOM] Harus optimis ya?

ibu hamil

Setelah sekian malam tidak lagi menyaksikan sinetron CHSI yang lagi nge-trand se-antero jagat raya, entah kenapa semalam iseng untuk nonton lagi. Sekedar ingin tahu si anu beneran tobat belum, si itu udah ngerusak rumah tangga anu belum, yaah pokoknya cuma pengen tau perkembangan sinetron ‘bagus’ milik Indonesia. Well, aku bukan mau bahas isi film itu sih sebenarnya. Pasti blog lain udah banyak yang bahas itu. Yang mau aku bahas adalah salah satu bagian dari film itu yang cukup bikin aku lagi-lagi merasa ‘jleb’ banget.

Di sinetron yang aku tonton semalam itu, ada bagian dimana sang tokoh utama divonis sakit kanker yang membuat rahimnya harus diangkat, yang itu artinya dia nggak akan bisa punya anak lagi. Bahkan dokter juga berkata bahwa mungkin penyakit itu yang menjadi penyebab keguguran sang tokoh di episode sebelumnya.

Ya Allah, rasanya pengen nangis pas denger itu. Bukan karena melihat akting sang tokoh yang luar biasa, tapi karena takut apa yang dialami tokoh itu juga bisa aku alami.

Oke, kupersingkat ceritanya. Sebulan setelah menikah tahun lalu aku dinyatakan hamil. Tapi menginjak usia delapan minggu terjadi flek yang berujung tindakan kuret alias keguguran. Kata dokter janin tidak berkembang dan penyebabnya karena faktor kehamilan. Aku nggak paham betul maksud faktor kehamilan itu sebenarnya apa, tapi dari hasil lab yang kudapat, kata dokter keguguran itu bukan karena suatu penyakit. Hanya karena faktor psikis dan fisik selama hamil. Misalnya, pembentukan janin di saat yang kurang bagus, kelelahan, dll. Mungkin aku bisa sedikit bernapas lega karena ternyata penyebab keguguranku bukan karena penyakit serius seperti yang dialami tokoh dalam film itu, tapi kalau aku bisa bertanya, kenapa sampai satu tahun kemudian aku tak juga hamil?

Dulu, pasca operasai aku memiliki rasa optimis yang luar biasa besar. Mereka yang datang menjenguk pasti berpendapat kalau aku akan lekas hamil pasca kuret. Tapi kenyataannya sampai saat ini perkataan mereka tidak terbukti. Aku tak mau menyalahkan siapapun, aku tak mau merusak takdir yang sudah Allah siapkan, tapi aku hanya perempuan biasa, hanya manusia yang juga memiliki rasa pesimis dan ketidakpercayaan diri.

Kalau reuni kumpul sama teman lama yang sudah menikah dan membawa anak, rasanya gimana gitu. Kalau liat teman-teman yang sering aplod foto anaknya di media sosial, rasanya gimana gitu. Terus setiap denger temen hamil atau jenguk temen yang melahirkan, rasanya gimana gitu. Bukan iri, bukan nggak ikut bahagia atas kebahagiaan mereka. Aku ikut bahagia karena mereka bisa merasakan kebahagian yang luar biasa itu. Aku cuma mikir, terus aku kapan?

Sejujurnya, bukan karena diriku sendiri alasan ‘kemurunganku’ yang belum juga dikaruniai keturunan. Aku masih bisa mengontrol diri jika ditanya oleh orang “udah isi belum?”. Tapi yang nggak bisa aku kontrol adalah rasa sedih kalau liat orang tua dan suami yang keliatan sudah sangat menginginkan hal itu. Orang tuaku keliatan sumringah dan seneng banget setiap bercanda sama anak kecil, orang tuaku juga pastinya ‘jleb’ tiap ditanya “udah punya cucu, belum?”, terus suamiku yang keliatan gemes banget kalau liat anak kecil, suamiku yang udah sering bayangin pulang kerja disambut cerianya anak kami yang bikin dia nggak merasa lelah, dll. Mereka lah apa yang menjadi ‘pikiran’ku agar bisa lekas menjadi ibu.

Huufftthhh… #tariknafasbuangnafas
Aku nggak tau mau nulis apa untuk buang uneg-uneg ini. Aku tau, agar lekas hamil perempuan harus tenang dan tidak stres. Tapi tulisan ini menunjukkan aku seperti itu ya? Yah, itulah manusia. Kadang sedang dalam keadaan mood yang baik, kadang juga tidak. Selama ini aku senantiasa berusaha untuk berbahagia dan bersyukur atas hari-hari yang kujalani dalam penantian. Berusaha terus mikir kalau Allah punya hadiah di saat yang tepat, berusaha terus untuk yakin akan kuasa Allah, berusaha terus optimis bahwa aku normal dan baik-baik saja jadi nanti pasti akan punya anak, berusaha kuat dalam menjawab setiap pertanyaan orang-orang, senantiasa meminta keturunan disetiap solat dan doa, bahkan sampai keluar dari kerja agar bisa lebih fresh dan tidak stres hingga bisa lekas hamil. Tapi lagi-lagi, aku hanya manusia biasa kan? Maafkan kerapuhanku ini, ya Allah..

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Facebook

  • Arsip

  • Kategori

  • Tag

    akad nikah B1A4 bahasa Indonesia baro batik Batu Bekasi belanja keperluan bayi berbicara Bromo choi jong hun cinta cita-cita dr. Regina Tatiana Purba Dr. Regina Tatiana Purba S.POG Dr. Sri Redjeki dr. W. S. Redjeki S.POg dr Regina Tatiana Purba Spog fanfiction film film barat film indonesia filosofi ft island gongchan guru hamil hermina grand wisata honeymoon ibu iko uwais ingin hamil jalan-jalan jinyoung jogja kampus keluarga khaylila kontrol hamil korea kuliah lamaran mega bekasi hypermall melahirkan membaca mengajar menjadi ibu menulis menyimak motivasi moto gp my wedding novel parenting pedrosa pernikahan persahabatan persalinan pregnant Promavit puisi renungan resepsi RS Hermina Grand Wisata rsia bella bekasi sabar sarjana sastra Indonesia sekolah dasar semangat senam hamil seserahan the raid trimester tiga wisuda
  • Tulisan Terakhir

  • Komentar Terakhir

    Ika di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    alma di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    wickyyumma di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Titis di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Titis di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Adhari di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Indri Lutfi di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Nindiya di Kontrol Pertama dengan Dr. Reg…
    indah di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Ilhamuddin Hidayat di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
  • Love Story

    Daisypath Anniversary tickers
  • %d blogger menyukai ini: