[Late Post] Trimester Pertamaku

Subhanallah, tak hentinya syukur kupanjatkan pada Allah atas anugerah yang luar biasa. Dengan tetap ada rasa dagdigdug karena khawatir apa kehamilanku ini bisa bertahan dan tak gugur seperti sebelumnya, aku berusaha terus berpikir positif dan meyakinkan diri bahwa jika Allah memang sudah berkehendak memberiku anak, pasti akan baik-baik saja. Alhamdulillah, trimester pertamaku kemarin berjalan lancar.

Well, kehamilan ini berbeda dengan kehamilan yang pertama. Dulu, aku bisa dibilang hamil kebo. Tanpa mabok dan nafsu makan banyak. Hamil yang sekarang, MasyaAllah.. Pagi siang sore, mual dan muntah selalu menghampiri. Telat makan, pasti muntah. Salah makan, muntah juga. Sempat hati ini mengeluh, tapi lagi-lagi karena dukungan suami dan keluarga aku bisa melaluinya dengan lebih mudah.

Mereka tak hentinya memotivasiku bahwa anak yang ada di dalam rahimku butuh makan, butuh tumbuh, karena itu aku harus makan walau sedikit dipaksa. Alhasil aku menggunakan jurus ampuh “makan sedikit tapi sering” untuk mengatasinya. Semua makanan yang aku inginkan, selagi baik untuk pertumbuhan kami juga selalu dikabulkan. Yaaah, inilah enaknya ibu hamil. Dimanjakan.hehe

Tapi sisi lain dari kehamilan muda ini, muncullah juga rasa sensitif yang luar biasa. Apalagi pada suami. MasyaAllah, maunya dimanjain terus, diperhatiin terus, ditemenin terus. Alhasil sering bete bete dan ngambek deh..hihihi

Apalagi yaa yang mau diceritain? Telat ngepostnya jadi lupa deh apa aja yang kemarin dirasakan. Yaa pokoknya di Alhamdulillah trimester pertama kemarin kehamilannya bisa berjalan normal, lancar, dan baik-baik saja.

Ohya, aku biasanya kontrol dengan dokter W. S. Redjeki, S.Pog. di RS Bella, tapi di satu bulan (entah kontrol di bulan keberapa, lupa) aku pindah dokter sekaligus tempat kontrol. Aku mencoba kontrol menggunakan BPJS di Klinik Paramitra Medika, Jatimulya. Klinik faskes 1 dari BPJSku. Kebetulan di klinik itu ada dokter spesialis kandungannya, tapi aku lupa siapa namanya. Beliau perempuan berkerudung.

Pertama kali datang ke klinik itu, kupikir sepi. Tapi ternyata ramai juga. Ada jam praktek dokter lain juga sepertinya. Begitu masuk klinik, aku celingak-celinguk mengamati alur pendaftaran kontrol. Nahlo, aku jadi bingung. Sistemya tidak beraturan. Yang datang tidak diberi nomor pendaftaran, jadi pakai sistem “siapa cepat boleh dapat”. Masuk, langsung berdiri di meja yang sekaligus sebagai tempat mengukur tensi darah dan berat badan. Riweuh kalau kataku. Tapi yaa apa boleh buat, mungkin memang begitu. Jadi, suamiku langsung menghampiri salah satu perawat di balik meja dan memberikan kartu pasien di klinik itu. Selanjutnya aku diukur tensi dan berat badan, lalu langsung antri menunggu panggilan dokter. Ohya, karena pakai BPJS tidak dicover USGnya, jadi aku perlu bayar 100rb untuk melakukan usg. Biaya dokter dan obat, ditanggung BPJS.

Ketika tiba saatnya aku bertemu dokter, yaampun. Antara antri dan konsultasi berbanding jauh. Mungkin tidak sampai lima menit aku kontrol dengan dokternya. Begitu masuk, dokter itu tetap dalam posisinya di depan laptop dan peralatam usgnya. Aku langsung disuruh berbaring dan diusg. Dilihat ukurannya, beratnya, posisinya, Alhamdulillah semunya normal. Setelah itu langsung cuuus keluar. Sangat amat cepat. Padahal pasiennya tidak sebanyak pasien kalau kontrol di rumah sakit besar loh. Rasanya kok yaa gak puas cuma begitu saja kontrolnya. Gak ada basa-basi ramah yang gimana gitu. Terkesan banget buru-burunya. Padahal kan bayar juga. Memang sih lebih murah dibanding USG rumah sakit, tapi kan tetep aja bayar, gak gratis. Seenggaknya bisa lah tanya-tanya atau ngobrol macem-macem. Tapi nyatanya gak bisa. Sedih deh. Makanya aku dan suami jadi gak sreg dan kapok. Sekali itu aja kontrol di sananya. Jadi yaa bulan-bulan berikutnya balik lagi ke RS Bella dengan dokter Sri Redjeki. 😄

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Facebook

  • Arsip

  • Kategori

  • Tag

    akad nikah B1A4 bahasa Indonesia baro batik Batu Bekasi belanja keperluan bayi berbicara Bromo choi jong hun cinta cita-cita dr. Regina Tatiana Purba Dr. Regina Tatiana Purba S.POG Dr. Sri Redjeki dr. W. S. Redjeki S.POg dr Regina Tatiana Purba Spog fanfiction film film barat film indonesia filosofi ft island gongchan guru hamil hermina grand wisata honeymoon ibu iko uwais ingin hamil jalan-jalan jinyoung jogja kampus keluarga khaylila kontrol hamil korea kuliah lamaran mega bekasi hypermall melahirkan membaca mengajar menjadi ibu menulis menyimak motivasi moto gp my wedding novel parenting pedrosa pernikahan persahabatan persalinan pregnant Promavit puisi renungan resepsi RS Hermina Grand Wisata rsia bella bekasi sabar sarjana sastra Indonesia sekolah dasar semangat senam hamil seserahan the raid trimester tiga wisuda
  • Tulisan Terakhir

  • Komentar Terakhir

    Ika di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    alma di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    wickyyumma di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Titis di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Titis di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Adhari di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Indri Lutfi di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Nindiya di Kontrol Pertama dengan Dr. Reg…
    indah di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Ilhamuddin Hidayat di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
  • Love Story

    Daisypath Anniversary tickers
  • %d blogger menyukai ini: