Perdana: Senam Hamil di Usia 33 Minggu

Sabtu, 23 Mei 2015 kemarin aku akhirnya mutusin tuk mulai senam hamil. Berhubung sudah reservasi kamar, jadi dapet free 2x senam hamil. Lumayaaan. Sehari sebelumnya telpon tuk dapet antrian kontrol sekalian daftar senam hamil. Sengaja ngambil waktunya barengan biar gampang dan gak bolak-balik.

Untuk urutan senam hamil, aku peserta ke 12 pas di telepon. Sesuai jadwal senam seharusnya dimulai jam 9 pagi. Tapi karena satu dan lain hal, jam 9.15 aku baru sampai rumah sakit. Takut telat, langsung deh buru-buru ke pendaftararan tuk ambil nomernya dan cuuua timbang berat badan plus tensi. Toeeeeng! Dalam 2 minggu saja, beratku naik 3kg. MasyaAllah.. Gimana debay nanti ya?

Gak mau pusing-pusing mikirin berat badan, langsung deh naik ke lantai tiga tempat senam hamilnya. Kirain udah telat banget, tapi ternyata baru 4 orang yang dateng. Dan di belakangku muncul juga lah beberapa orang lagi. Beberapa menit kemudian, kira-kira jam setengah 10 lewat akhirnya senam dimulai dengan 7 orang saja. Nggak tau yang lainnya nyantol dimana..hehe

Senam hamil dipimpin sama ibu bidan (malah lupa namanya), beliau sekaligus merangkap sebagai konselor asi. Ruangannya dikeliling cermin khas ruang senam. Trus matras dan bantal disusun sejumlah 12 dengan menggunakan sponsor merk salah satu susu hamil. Aku langsung aja milih di samping cermin, biar bisa sekalian ngaca pas senam..hihihi

Sebagai awal dilakukan berdoa yang dilanjut pemanasan. Pemanasannya duduk sila dengan kepala menoleh kanan kiri, miring kanan kiri, yaa kaya pemanasan senam umumnya. Trus diakhiri sama menggerakkan bahu. Setelah itu mulai masuk ke gerakan inti. Posisi berubah tiduran miring lalu mengangkat kaki yang atas secara perlahan. Cuma 8x gerakan, tapi efeknya wuuiiih mantep. Setelah gantian kaki yang satunya, gerakan berubah menjadi telentang sambil kaki kaya ngayuh sepeda. Ni juga 8x dan bikin pegel. Terus mulai deh gerakan yang fokus ke selangkangan, jalan lahir, miss v, dkknya. Katanya supaya lunak, melebar, yaa pokoknya supaya gampang ngelahirinnya. Gerakan ini mirip senam kegel kata bu bidan (da aku mah nggak tau senam kegel kaya gimana..heehe). Gerakan ini ada beberapa dan aku nggak inget semuanya..hihihi. Terakhir, nyoba gerakan saat melahirkan. Tentunya nggak pake ngeden, cuma ambil dan buang nafas. Wuuiih, ternyata ini gaya orang lahiran? Nggak mudah loh ternyata..huhu

Yaa semoga aja gerakannya terus diinget dan bisa dicoba sendiri di rumah.hehe.. Selesai senam kita langsung dikasih slide tentang ilmu pra persalinan. Dari soal gizi selama hamil, sampai pas hari H. Lumayan banget ilmunya. Abis itu pulang deh. Ohya, selesai senam dapet donat plus air mineral gelas. Alhamdulillah..

Badan keringetan dan pegel habis senam, aku masih asik di rumah sakit karena mau kontrol. Lumayan lama nunggunya, apalagi nomerku buncit: 31. Haduuuh.. Tapi setelah namaku dipanggil, wuuiih Alhamdulillah. Langsung deh cuuss masuk ke ruangan bu dokter Regina. Biasa, di usg. Hasilnya berat debay naik jauh juga. 2 minggu yang lalu berat debay 1700gr, nah saat tu naik jadi 2400-an. Ukuran yanh harusnya 33 minggu pun jadi 35 minggu. Gendut kalau kata bu dokter. Akhirnya dapet PR deh, nggak boleh banyak makan dan minum yang manis-manis, nggak boleh makan roti juga. Huwaaaa, nafsunya yang manis-manis padahal. Tapi demi menjaga berat badan, okelaaah aku kan bertahan.huhu..

Oia, mungkin karena aku lelah dan pasien bu dokter juga masih buanyaaak buangeet, akhirnya nggak bisa banyak deh sharingnya. Aku juga lupa nanya HPL berubah apa tetep. Yaa next kontrol kudu nanya deh..

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Facebook

  • Arsip

  • Kategori

  • Tag

    akad nikah B1A4 bahasa Indonesia baro batik Batu Bekasi belanja keperluan bayi berbicara Bromo choi jong hun cinta cita-cita dr. Regina Tatiana Purba Dr. Regina Tatiana Purba S.POG Dr. Sri Redjeki dr. W. S. Redjeki S.POg dr Regina Tatiana Purba Spog fanfiction film film barat film indonesia filosofi ft island gongchan guru hamil hermina grand wisata honeymoon ibu iko uwais ingin hamil jalan-jalan jinyoung jogja kampus keluarga khaylila kontrol hamil korea kuliah lamaran mega bekasi hypermall melahirkan membaca mengajar menjadi ibu menulis menyimak motivasi moto gp my wedding novel parenting pedrosa pernikahan persahabatan persalinan pregnant Promavit puisi renungan resepsi RS Hermina Grand Wisata rsia bella bekasi sabar sarjana sastra Indonesia sekolah dasar semangat senam hamil seserahan the raid trimester tiga wisuda
  • Tulisan Terakhir

  • Komentar Terakhir

    Ika di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    alma di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    wickyyumma di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Titis di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Titis di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Adhari di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Indri Lutfi di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Nindiya di Kontrol Pertama dengan Dr. Reg…
    indah di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Ilhamuddin Hidayat di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
  • Love Story

    Daisypath Anniversary tickers
  • %d blogger menyukai ini: