Senam Hamil kedua

Sabtu, 30 Mei 2015 aku ikut senam hamil lagi di Hermina Grand Wisata. Itung-itung masih memanfaatkan voucher free senam hamil.hehe

Senam hamil kali ini lebih banyak yang ikut. Kira-kira sepuluh orang dengan rata-rata wajah baru, bukan peserta di minggu kemarin. Tapi tetep ukuran hamilnya nggak jauh dariku, antara 33-37 minggu laah. Ehh, tapu ternyata ada yang 27 minggu juga. Udah nggak sabar mungkin ibunya..hehe

Senam dipimpin oleh bu bidan lagi, yang lagi-lagi lupa siapa namanya.hihi.. Aku kira gerakannya bakal sama persis sama bu bidan kemarin. Tapi ternyata beda loh. Yaa ada yang lebih detal bu bidan ini, ada juga yang lebih lengkap di bu bidan kemarin. Intinya mah saling melengkapi. Jadi nambah banyak ilmunya. Tapi karena beda gerakan itulah akhirnya aku gagal paham alias nggak hapal-hapal gerakannya buat dicoba sendiri di rumah. Haduuh, daya ingatku memprihatinkan ya? Huhuhu.. Tapi yaa yang aku inget banget dari pertemuan kemarin itu soal betapa pentingnya latihan mengatus nafas untuk persalinan. Bagaimana nafas saat kontraksi, saat mengedan, atau agar bisa mendoro bayi ke bawah. Jadi ternyata cara nafasnya berbeda loh.

Kata bu bidan, kalau saat gelombang cinta datang alias kontraksi lagi berasa, kita harus bernafas panjang. Jangan malah dipakai teriak. Jadi harus ambil nafas dari hidung, tahan, lalu hembuskan lewat mulut. Kelihatannya sih mudah, tapi kata orang-orang yang udah lahiran mah boro-boro mikir atur nafas, mikirin sakit dan mulesnya aja udah bikin lupa buat nafas. Nahlo? Nah, kalau saat harus mengedan, nafasnya beda lagi. Ketika posisi kaki dan tangan kita sudah oke untuk melahirkan trus dokter udah nyuruh untuk mengejan, siap deh pakai nafas cepat. Nafas cepat itu caranya dihirup lewat mulut trus langsung dihembuskan lewat ngejannya. Percobaan ini berlangsung sebanyak 3x. Harusnya bayi udah lahir, tapi kalau belum, langsung atur nafas panjang lagi. Terakhir, atur nafas agar bisa mendorong bayi turun ke bawah. Caranya dengan posisi telentang ambil nafas lewat hidung dengan menggembungkan dada, lalu hembuskan lewat mulut dengan mendorong nafas dan menggembungkan perut. Kata bu bidan ini bisa mendorong bayi turun pas melahirkan.

Hmm, kira-kira itu aja yang paling aku dapet dari pertemuan kemarin. Mudah-mudahan sih nggak salah info, nggak salah inget juga. Klo pun salah, monggo dikoreksi dan maafkanlaaaaaaah.. 😁

Btw, akankah ada cerita soal senam hamil lagi? Tunggu info berikutnya..hihihi

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Facebook

  • Arsip

  • Kategori

  • Tag

    akad nikah B1A4 bahasa Indonesia baro batik Batu Bekasi belanja keperluan bayi berbicara Bromo choi jong hun cinta cita-cita dr. Regina Tatiana Purba Dr. Regina Tatiana Purba S.POG Dr. Sri Redjeki dr. W. S. Redjeki S.POg dr Regina Tatiana Purba Spog fanfiction film film barat film indonesia filosofi ft island gongchan guru hamil hermina grand wisata honeymoon ibu iko uwais ingin hamil jalan-jalan jinyoung jogja kampus keluarga khaylila kontrol hamil korea kuliah lamaran mega bekasi hypermall melahirkan membaca mengajar menjadi ibu menulis menyimak motivasi moto gp my wedding novel parenting pedrosa pernikahan persahabatan persalinan pregnant Promavit puisi renungan resepsi RS Hermina Grand Wisata rsia bella bekasi sabar sarjana sastra Indonesia sekolah dasar semangat senam hamil seserahan the raid trimester tiga wisuda
  • Tulisan Terakhir

  • Komentar Terakhir

    Ika di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    alma di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    wickyyumma di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Titis di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Titis di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Adhari di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Indri Lutfi di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Nindiya di Kontrol Pertama dengan Dr. Reg…
    indah di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Ilhamuddin Hidayat di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
  • Love Story

    Daisypath Anniversary tickers
  • %d blogger menyukai ini: