Syndrome Mama Baru

Kalau ada satu kata yang bisa menggambarkan tentang rasanya jadi mama baru, aku ingin bilang LUAR BIASA!

Kenapa?

Aku pikir, setelah sukses melahirkan yaudah sukses dan mulus aja proses ngebesarinnya. Ealaaahdalaaah.. Ternyata itu hanya kelihatannya saja, saudara-saudara.

Dua hari pasca baby Khay lahir, asi belum mulus keluar. Alhasil baby Khay yang ternyata asinya kuat banget itu kelaperan sampai badannya hangat dan mulai ada gejala kuning. Memang sih secara teori baby Khay bisa bertahan selama tiga hari tanpa asupan apapun sejak lahir, tapi karena sudah muncul gejala “kurang” enak akhirnya mau gak mau dibantu lah dengan sufor. Asli, sedih rasanya saat itu. Pengen banget kasih dia asi, lah ini belum bisa. Berasa “kurang” banget jadi ibunya karena belum bisa kasih hak dia. Tapi Alhamdulillah, setelah besoknya diajarin pijat payudara asinya langsung keluar dan sekarang sampai netes-netes.

Nah, puncak kebahagiaan ngasih asi ternyata juga dihantam oleh rasa galau bin mellow. Badan yang mulai ngerentek karena harus begadang tiap malem, kurang tidur, pokoknya cuapek pol. Debay yang ternyata kuat banget asinya sampe bikin p*t*n* payudara sakit karena lecet. Plus jahitan obras yang suka ngilu bin nyelekit. Semuanya sukses bikin aku nangis dan hampir nyerah.

Ya Allah, begini amat jadi orang tua. Berat banget. Gak ada abisnya capek, sakit, pokoknya menderita. Semua ibu baru ngalamin juga gak sih? Itu pikirku.

Hingga akhirnya aku dapat suntikan motivasi dari orang-orang luar biasa yang ada di sekelilingku. Mereka, para ibu muda, pasti juga mengalami hal yang sama. Bahkan yang lebih parah, lebih banyak. Toh mereka ternyata enjoy dan menikmati peran barunya. Kenapa aku harus merasa lelah dan tak menikmati peran baruku?

Dalam diam saat bangun tengah malam, kutatap wajah putri kecil dan suamiku. MasyaAllah, mereka adalah anugerah terindah yang Allah kirim untukku. Kenapa aku harus merasa lelah, tak ikhlas, tak kuat, dan tak menikmati hari-hari baruku? Mereka adalah orang-orang yang kupinta di setiap doaku. Orang baik, hebat, yang kelak akan hidup bersamaku hingga ujung usia. Bukankah aku harusnya bersyukur?

Alhamdulillah..
Kali ini kata itu tak pernah lepas dalam setiap hariku. Lelahku, sakitku, bukanlah seberapa dibanding kebahagiaan yang kumiliki saat ini. Banyak orang di luaran sana yang mungkin belum seberuntung diriku, jadi sudah sepantasnya jika aku merasa beruntung dan bersyukur kan?

Khaylila sayang,
Maafin bunda yang kemarin sempat ngerasa lemah dan tak berdaya urus kamu. Bunda senang, bahagia, dan sangat bersyukur memiliki kamu. Ini yang bunda pinta, jadi sudah seharusnya bunda bertanggung jawab atas keinginan bunda. Bunda hanya sedang berproses untuk menjadi ibu yang baik tuk kamu, kita tetap kerja sama ya sayang..

Suamiku tercinta,
Terima kasih karena sudah menjadi partner terbaikku dalam menjalani peran baruku menjadi ibu. Pelukanmu, usapanmu, pijatanmu, semangatmu, rasa lelah yang walau dirasakan tapi tak ditampakkan, benar-benar menjadi motivasi terbesarku. Terus dampingi aku tuk membesarkan harta kita, ya..

Orang tua dan mertuaku,
Dua pasang malaikatku yang tulus dan berhati mulia. Tak lelah jika direpotkan dengan urusan gendong sana-sini, ganti popok, mandiin, gantiin jagain sementara bundanya tidur, pokoknya segala hal yang dilakuin agar aku dan bayiku nyaman. Terima kasih atas cintanya yang luar biasa pada kami. Tanpa kalian, kami bukanlah apa-apa..

Yaa akhir kata, aku cuma mau bilang kalau proses yang sedang kujalani ini memang tidak mudah. Tapi atas dukungan orang-orang luar biasa di sekelilingku, semuanya terasa nyaman dan bisa kulalui. Apa yang kumiliki saat ini adalah harta dan keindahan yang tak terkira.

Terima kasih, ya Allah..

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Facebook

  • Arsip

  • Kategori

  • Tag

    akad nikah B1A4 bahasa Indonesia baro batik Batu Bekasi belanja keperluan bayi berbicara Bromo choi jong hun cinta cita-cita dr. Regina Tatiana Purba Dr. Regina Tatiana Purba S.POG Dr. Sri Redjeki dr. W. S. Redjeki S.POg dr Regina Tatiana Purba Spog fanfiction film film barat film indonesia filosofi ft island gongchan guru hamil hermina grand wisata honeymoon ibu iko uwais ingin hamil jalan-jalan jinyoung jogja kampus keluarga khaylila kontrol hamil korea kuliah lamaran mega bekasi hypermall melahirkan membaca mengajar menjadi ibu menulis menyimak motivasi moto gp my wedding novel parenting pedrosa pernikahan persahabatan persalinan pregnant Promavit puisi renungan resepsi RS Hermina Grand Wisata rsia bella bekasi sabar sarjana sastra Indonesia sekolah dasar semangat senam hamil seserahan the raid trimester tiga wisuda
  • Tulisan Terakhir

  • Komentar Terakhir

    Ika di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    alma di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    wickyyumma di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Titis di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Titis di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Adhari di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Indri Lutfi di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Nindiya di Kontrol Pertama dengan Dr. Reg…
    indah di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Ilhamuddin Hidayat di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
  • Love Story

    Daisypath Anniversary tickers
  • %d blogger menyukai ini: