Ku Menunggumu…

Menunggu.
Kata itu tak akan pernah lepas dari hidup manusia.
Meski hati senantiasa resah, jiwa tak tenang, doa terus dipanjatkan, nyatanya kegiatan itu akan selalu terjadi dan tetap dijalani.
Seperti halnya saat ini, aku menunggu.
Menunggu hadirnya buah cinta bersama sang pendamping hidup.
Menunggu ia akhirnya mau bekerja sama untuk keluar melihat dunia.

Kalau dipikir, rasa ini tak seberapa dibanding penantianku yang lalu.
Hampir dua tahun menunggu pengganti anugerah yang dulu hanya mampir sesaat di rahimku.
Sembilan bulan menahan asa dan derita ketika akhirnya anugerah itu hadir kembali.
Sekarang, ketika semuanya akan selesai sesaat lagi, ya Tuhan.. Kenapa aku tak bisa lebih sabar?

Aku tau dan percaya,
Ia punya waktu yang sudah digariskan sang Illahi untuk hadir.
Ia juga mampu dan mengerti bagaimana caranya berkerja sama dengan tubuhku.
Tubuhku pun secara alami akan menunjukkan tandanya jika proses itu sudah dekat.
Aku hanya perlu menunggu, ya menunggu sebentar lagi.

Ketika akhirnya gelombang cinta itu datang.
Ketika tangis haru tak dapat tertahan melihat wajah cantiknya.
Ketika menyadari bahwa apa yang selama ini hanya bisa dirasakan, benar ada di depan mata.
Sungguh, membayangkan saja senyum ini tak henti terukir.
Tapi aku harus sabar. Aku harus sabar sebentar lagi.

Kita nikmati saja akhir kebersamaan ini dengan sesuatu yang menyenangkan.
Kita buat memori yang indah.
Kita persiapkan semuanya lagi dengan matang.
Kita pasti bisa menunggu, hingga akhirnya bertemu dan bersama hingga ujung usia.
Aamiin.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Facebook

  • Arsip

  • Kategori

  • Tag

    akad nikah B1A4 bahasa Indonesia baro batik Batu Bekasi belanja keperluan bayi berbicara Bromo choi jong hun cinta cita-cita dr. Regina Tatiana Purba Dr. Regina Tatiana Purba S.POG Dr. Sri Redjeki dr. W. S. Redjeki S.POg dr Regina Tatiana Purba Spog fanfiction film film barat film indonesia filosofi ft island gongchan guru hamil hermina grand wisata honeymoon ibu iko uwais ingin hamil jalan-jalan jinyoung jogja kampus keluarga khaylila kontrol hamil korea kuliah lamaran mega bekasi hypermall melahirkan membaca mengajar menjadi ibu menulis menyimak motivasi moto gp my wedding novel parenting pedrosa pernikahan persahabatan persalinan pregnant Promavit puisi renungan resepsi RS Hermina Grand Wisata rsia bella bekasi sabar sarjana sastra Indonesia sekolah dasar semangat senam hamil seserahan the raid trimester tiga wisuda
  • Tulisan Terakhir

  • Komentar Terakhir

    Ika di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    alma di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    wickyyumma di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Titis di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Titis di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Adhari di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Indri Lutfi di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Nindiya di Kontrol Pertama dengan Dr. Reg…
    indah di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
    Ilhamuddin Hidayat di Kenapa ambil jurusan bahasa da…
  • Love Story

    Daisypath Anniversary tickers
  • %d blogger menyukai ini: